Jumat, 10 Mei 2013

Idiom dan Peribahasa


1. Idiom
Idiom atau disebut juga dengan ungkapan adalah gabungan kata yang membentuk arti baru di mana tidak berhubungan dengan kata pembentuk dasarnya. Berikut ini adalah beberapa contoh idiom dengan artinya :
- cuci mata = cari hiburan dengan melihat sesuatu yang indah
- kambing hitam = orang yang menjadi pelimpahan suatu kesalahan yang tidak dilakukannya
- jago merah = api dalam kebakaran
- kupu-kupu malam = wanita penghibur atau pelacur komersial
- ringan tangan = kasar atau suka melakukan tindak kekerasan
- hidung belang = pria yang merupakan pelanggan psk atau pekerja seks komersil
2. Peribahasa
Peri bahasa adalah suatu kiasan bahasa yang berupa kalimat atau kelompok kata yang bersifat padat, ringkas dan berisi tentang norma, nilai, nasihat, perbandingan, perumpamaan, prinsip dan aturan tingkah laku. Berikut ini adalah beberapa contoh peribahasa dengan artinya :
- Di mana bumi dipijak di sana langit di junjung
artinya : jika kita pergi ke tempat lain kita harus menyesuaikan, menghormati dan toleransi dengan budaya setempat.
- Tiada rotan akar pun jadi
artinya : tidak ada yang bagus pun yang jelek juga tidak apa-apa.
- Buah yang manis biasanya berulat
artinya : kata-kata yang manis biasanya dapat menyesatkan atau menjerumuskan.
- Tak ada gading yang tak akan retak
artinya : Tidak ada satu pun yang sempurna, semua pasti akan ada saja cacatnya

sumber:  http://organisasi.org/idiom_ungkapan_dan_peribahasa_dalam_bahasa_indonesia

Jumat, 03 Mei 2013

Ciri-ciri Mantra

Menurut waluyo (dalam Susi, 2012:1) ada beberapa ciri pokok mantra, yaitu:
1.      Pemilihan kata-kata yang sangat seksama
2.      Bunyi-bunyi di usahakan berulang-ulang dengan maksud memperkuat daya sugesti kata
3.      Banyak dipergunakan kata-kata yang kurang umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari dengan maksud memperkuat daya sugesti kata.
Jika dibacakan secara keras mantra menimbulkan efek bunyi yang bersifat magis; bunyi disebut diperkuat oleh irama dan metrum yang biasanya hanya dipahami secara sempurna oleh pawang ahli yang membaca mantra secara kera
Harun (dalam Susi, 2012:11) juga menjelaskan sebagai berikut:
Antara ciri-ciri mantra ialah berbentuk puisi, isi dan konsepnya menunjukkan hubungan yang rapat dengan sistem kepercayaan masyarakat, dicipta dan diabadikan dalam satu perlakuan dengan fungsi tertentu dibaca oleh pawang atau bomo; dan kepercayaan konsep teks serta amalan dan perlakuan dipraktekkan untuk tujuan perseorangan maupun masyarakat sama dengan tujuan baik maupun jahat.
 
Sejalan dengan itu, diungkapkan juga oleh Semi (dalam Jalil dan Elmustian, 2001:20) menyatakan”bahwa mantra mempunyai ciri mementingkan irama dan perulangan (repetisi). Irama dan repetisi ini tampaknya merupakan suatu alat untuk mencapai emosional dan efek magis”.
Menurut Jalil dan Elmustian (2001: 65) menjelaskan sebagai berikut:
Mantra melayu Riau memiliki beberapa ciri yaitu: (1) Puisi mantra melayu terdiri dari dua bentuk, yakni puisi mantra yang pendek dan yang panjang; (2) Puisi mntra melayu terdiri atas dua pola: mantra yang berpola tetap dan mantra yang berpola tidak tetap atau bebas; (3) Puisi Mantra yang berpola tetap ada yang mengikuti bentuk atau bangun formal pantun, syair atu prosa berirama; (4) Puisi mantra melayu yang berpola bebas tidak memntingkan jumlah larik, jumlah kata perlariknya, dan kesamaan rima; (5) Puisi mantra dalam kata atau frasenya senantiasa membawa atau mengacu pada perlambangan tertentu; (6) Diksi dalam larik-larik mantra melayu menunjukkan citra tertentu; (7) Puisi mantra melayu senantiasa terdiri atas satuan bahasa yang berefek magik; (7) Puisi mantra melayu pada umumnya mengandung mitos religius dan mitos humanis atau natural.

 
Daftar Pustaka
Elda Kemala Sari. 2011. Analisis Gaya Bahasa dan Nilai-Nilai Yang Terkandung dalam Mantra Pengobatan Suku Talang Mamak di  desa Talang Gedabu Kecamatan Rakit Kulim Kabupaten Indragiri Hulu.Skripsi. UIR
Saprianto. 2011. Analisis Gaaya Bahasa dan Makna dalam Mantra Pengobatan pada Masyarakat Melayu Petalangan di Kelurahan Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan.Skripsi. UIR
Rizal, Yoce. 2010. Apresiasi Puisi dan Sastra Indonesia. Jakarta: Grafika Mulia
Arneng Zet. 2010. Bentuk dan Gaya Bahasa Mantra Pengobatan di Desa Muara Petai Kecamatan Kuantanmudi Kabupaten Kuantan Singingi. Skripsi. UIR
Jalil, Abdul dan Elmustian Rahman. 2001. Puisi Mantra. Pekanbaru:Unri Press
Susi Delvayanti. 2012. Analisis Mantra Pada Upacara Perkawinan Adat Masyarakat Melayu di Desa Terbangiang Kecamatan Bandar Petalangan. Skripsi. UIR
Dian Mariati Satrya. 2009. Gaya Bahasa dan Citraan pada Mantra Pengobatan Suku Akit di Desa Hutan Panjang Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis. Skripsi. UIR
Ade Putri Wulandari. 2012. Analisis Mantra Lisan Desa Tanjung Balam Kampar. Makalah. UIR
Departemen Pendidikan Nasinal. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama
Hamidy, UU. 1999. Dukun Melayu Rantau Kuantan Riau. Pekanbaru:Universitas Lancang Kuning Press