Rabu, 09 Januari 2013

Naskah Drama Ande-ande Lumut



            Panggung kosong, mbok menah masuk dengan membawa tampah berisi beras, kemudian memperkenalkan diri kepada penonton.

Mbok menah : para penonton, perkenalkan nama saya mbok menah. Saya ini, simboknya para klenting. Perlu saudara-saudara ketahui bahwa saya sangat bangga mempunyai anak yang cantik-cantik, pinter-pinter, sehat-sehat, berbakti pada orang tua, penurut lagi. Pokoknya tidak ada yang menandingi mereka di seluruh desa ini. Sudah banyak para pemuda desa yang melamar mereka. Eh, sudah ya penonton, saya permisi mau masak dulu. Soalnya anak-anak saya belum sarapan.

Kemudian mbok menah keluar panggung. Terdengar musik berirama keras, mengiringi masuknya para klenting. Kemudian mereka memperkenalkan diri.

K. Abang          : Assalamu’alaikum…para penonton…perkenalkan…kami adalah para klenting anak mbok menah. Nama saya klenting abang, saya ini yang tertua lho…!

K. Ijo                 :  Nama saya klenting ijo.
                                              
K. Biru              : Kalau saya klenting biru.

K. Ungu            : Kalau saya klenting ungu

K.Abang           : Para penonton, kami ini sangaaat menyayangi si mbuk kami. Karena si mbok kami itu memberikan kebebasan buat kami. Itu artinya simbok kami mempercayai kami. Betul’kan adik-adikku?

K. Ijo                 :   Benar sekali penonton! Kami-kami ini ‘kan masih muda. Usia muda harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya, hidup cuma satu kali jangan disia-siakan … hi … hi …hi …

K. Abang          : Eh,adik-adikku!Sudah, ayo kita masuk, kitaharus membantu simbok masak!Ayo!

Klenting-klenting akan keluar panggung, tetapi tiba-tiba datang klenting kuning.

K. Kuning         : Permisi… permisi… kolonuwun… spada…

Klenting-klenting berbalik arah menuju klenting kuning. Klenting abang mendekati klenting kuning.

K. Abang          : Ada apa, mau ketemu siapa?

K. Kuning         : Saya…saya…saya ini pengembara yang tidak memiliki rumah. Saya juga tidak punya orang tua. Saya memohon jadikanlah saya saudara kalian…please…

K. Ijo                 : Apa? Mau numpang disini?Sorry! Sudah nggak ada tempat.

K. Ungu            : Iya! Lebih baik kamu cari tempat lain saja! Disini tempatnya sudah penuh! Ayo pergi sana !

K. Kuning         : Please… saya mohon… saya mau disuruh apa saja deh… please…

K. Abang          : Plas plis plas plis!Ngomongnya saja aneh-aneh sudah sana pergi saja! Nggak level!

Tetapi klenting kuning tetap memaksa sampai terjadi keributan. Mbok menah datang dari arah dalam.

Mbok Menah : Anak-anaku…ada apa toh ini, kedengarannya ribut-ribut!Ada apa?(kemudian mbok menah menghampiri klenting kuning)
Lho… siapa ini? Cantik sekali kamu nduk…?

K. Kuning         : Mbok…saya ini seorang penggembara…saya tidak punya orang tua tidak punya rumah…saya hidup sebatang kara…jadi tolonglah mbok, saya ingin menjadi keluarga disini, please……

Mbok Menah     : Plis…? Plis iku opo to nduk? (mbok menah bertanya pada anak-anaknya)

K. Abang          : Alaah…sudahlah mbok! Tidak ada gunanya menanggapi dia.

K. Ungu            : Iya lagian rumah kita …khan sudah penuh dengan wanita mbok, kamarnya sudah pas !



Mbok Menah     : Sudah-sudah, jangan ribut! Si mbok tambah bingung nih. (menunju ke arah klenting kuning) nduk cah ayu …simbok ijinkan kamu tinggal di sini .tapi kamu harus bantu-bantu disini ya?

K. Kuning         : Wuah…! Terima kasih … terima kasih mbok! (sambil mencium tangan si mbok berkali-kali dan klenting yang lain meras risih)

Mbok Menah     : Iya…iya…iya…eh, tapi ngomong-ngomong siapa namamunduk?

K. Kuning         : Saya nggak tahu ! (k. Kuning tampak bingung)

Mbok Menah     : Ya sudah…sudah …(tempo) mmm…karena pakaianmu kuning-kuning jadi kamu kuberi nama…klenting kuning.

Para klenting yang lain merasa sewot, tetapi klenting kuning merasa gembira.

Mbok Menah     : Nah kamu sekarang bergabubg dengan saudara-saudaramu.ayo sana!

K. Kuning         : Baik mbok……

Musik gending jawa/campur sari. Mbok menah dan para klenting kuning keluar panggung.

Adegan II

Panggung kosong,klenting kuning masuk sambil menyapu.

K. Kuning         : Para penonton, saya sangaaaat bersyukur, karena saya sekarang mempunyai rumah,tetapi saudara-saudara saya itu tidak menjag kebersihan rumahnya alias jorok. Walaupun saya diperlakukan seperti pembantu, tidak apa-apa, asalkan tujuan saya untuk menemukan kakang inu kertapati tersampai.tapi yang saya herankan penonton, kakak-kakak saya tingkah lakunya aneh-aneh.pada saat saya membersihkan kamar mereka, say menemukan puntung rokok.kemarin malam, saya menemukan botol-botol birdi kamar mereka,dan mereka sering pulang malam.tetapi mbok menah tidak tahu hal ini.pasti ini akibat salah pergaulan.

Tiba-tiba terdengar musik keras, para klenting masuk panggung dengan ciri khas masing-masing. Ada yang merokok, membawa botol bir sambil berjalan sempoyongan.

K. Abang          : Heh, klenting kuning! Si mbok mana? (berkata ketus)

K. Kuning         : Ada di dalam…

K. Abang          : Ya…sudah!

Para klenting keluar panggung diiringi musik keras. Klenting kuning meneruskan menyapunya. Kemudian mbok menah datang membantu klenting kuning. Kemudian datanglah seorang penyiar tv membawa pengumuman.

Py.Tv                 : Pengumuman-pengumuman…….barangnya siapa yang merasa perempuan dan memenuhi persyaratan,seorang pemuda dari dusun seberang mencari jodoh untuk dijadikan pendamping hidupnya.

Mbok Menah     : Wuah! Ini baru kabar gembira! (tempo) anak-anakku! Klenting abang…klenting ijo…klenting ungu…klenting biru…! Ayo semuanya kesini!

Para klenting masuk panggung.

Koor                  :  Ada apa mbok?

Mbok Menah     : Dengar nduk…cah ayu! Baru saja disiarkan di tv lewat sekilat info,bahwa si ande-ande lumuten,eh salah….ande-ande lumut yang gagah perkasa sedang mencari istri. Ini peluang untuk kalian! Ayo cepat! Kalian segera berangkat! Nanti pendaftarannya keburu tutup! Ayo cepat berangkat!

Semua klenting nampak sangat gembira.

K. Kuning         : Mbok,bagaimana dengan saya?

K. Abang          : Heh, kamu di rumah saja! Sama simbok!

K. Ijo                 : Iya, lagian nggak level! Ande-ande lumut tidak akan menerima kamu, ngerti!

Mbok Menah     : Iya nduk…, kamu di rumah saja, sama simbok.

Klenting kuning menggerutu.

K. Abang          :  Ya sudah mbok, kami berangkat ya!

K. Ungu            :  Mohon doa restu, mbok!

Mbok Menah     :  Ya sudah, sana berangkat!

Para klenting keluar panggung diiringi musik keras. Panggung kosong.

Adegan iii

Yuyu Kangkang masuk panggung sambil berjoget-joget,diiringi musik. Ditengah dia berjoget, terjadi pantatnya terjepit supitnya sendiri.

Yuyu Kangkang : Aduh…oh…pantesan! Rupanya pantatku kejepit supitku sendiri. (tempo).kemudian yuyu kangkang duduk di pinggir panggung sambil celingak-celinguk. Kok sepi ya, tumben, dari pagi sampai siang belum ada penglarais!

Kemudian para klenting masuk panggung.

K. Abang          : Wah…kok sepi, mana perahunya?

Semua klenting jadi ribut mencari perahu,tiba-tiba datang yuyu kangkang menawarkan jasa.

Yuyu K.            : Duh kanak…nona-nona yang cantik-cantik ini mau kemana ta iya?

K. Ijo                 : Wah…kebetulan ada yuyu kangkang. (menuju ke arah yuyu kangkang) yuyu kangkang yang baik dan cakep, tolong dong! Kami-kami ini disabrangkan ke desa sebrang, soalnya kami mau menemui ande-ande lumut.



Yuyu K.            : Oh … mau ke desa dadapan. Mau menemui nde-ande lumuten ta iya? Boleh-boleh asalkan saya dibayar 1 juta tiap orang, bagaimana? (sambil berekpresi cuek)

K. Abang          : Wah,mahal sekali,kami tidak punya uang sebanyak itu.

Yuyu K.            : Waah…kalau nggak mau ya sudah, tak tinggal pergi saja!

Semua klenting nampak kebingungan.

K. Abang          : Eh…eh!Tunggu dulu!(mendekati yuyu kangkang dan merayunya) yuyu kangkang…kamu kan baik dan ganteng! Tolong dong …kami dibantu, sekali-kali gratis kan tidak apa-apa.

Yuyu Kangkang yang semula gr karena dirayu jadi kaget dan marah.

Yuyu K.            : Apa?!! Gratis?!! Duh…aduh…jaman sekarang nggak ada yang gratis dek, sampeyan jangan seenaknya bilang begiti sama saya!

Yuyu kangkang berekpresi berpikir , para klenting terlihat bingung dan kecewa.

Yuyu K.            :  Mmm…yak! Saya punya jalan keluarnya, dek.

Koor                  : Bagaimana…bagaimana….???

Yuyu K
Begini jalan keluarnya.(para klenting mendekati yuyu kangkang) setelah sampai di seberang … saya minta disun sama sampeyan semuanya. Bagaimana?

Para klenting merasa kaget dan bingung kemudin mereka mengadakan rapat singkat.

K. Abang          : Ya sudah, kami setuju. Pokoknya kami segera sampai disana!

Yuyu K             : Oke…oke.

Yuyu Kangkang dan para klenting keluar panggung. Yuyu kangkang masuk panggung lagi.

Yuyu K.            : Wuah … ciumannya dasyat!

Kemudian masuk klenting kuning dengan bingung mencari perahu.kemudian yuyu kangkang langsung menawarkan jasa.




Yuyu K.            : Hei …! Nona cantik! kamu pasti mau nyebrang ya? Sudah nggak ada perahu disini, semua perahu karam ke dasar laut! Bagaimana kalau saya sebrangkan? Tapi upahnya cium pipi kanan kiri, bagaimana?

Klenting Kuning bingung sejenak, kemudian menyetujuinya.

K. Kuning         : Baiklah saya setuju.

Yuyu K.            :  Oke…!Oke…!

tetapi sebelum sampai ditujuan, klenting kuning cepat-cepat mengolesi wajah dan tangannya dengan kotoran, sehingga membuat yuyu kangkang merasa risih.

Yuyu K             : Duh kanak bau apa ini? (menoleh kearah klenting kuninng) duh…aduh rupanya sampeyan yang bau. Sudah pergi sana! Pusing saya!

Yuyu Kangkang keluar panggung sambil berlari. Klenting kuning tertawa cekikikan kemudian ke luar panggung juga.

Adegan IV

Ande-Ande Lumut masuk panggung bersama mbok rondo dan asistennya yang membawa map dan pensil besar.

A. Lumut          : Mbok … bagaimana ? Sudah berapa wanita yang mendaftarkan diri?

M. Rondo          :Aduh…le,simbok yo nggak tahu,tanyak saja sama asisten. Aku sudah bayar mahal-mahal, 1 semester rp 1.500.000,- kok ngasih informasi nggak bisa.

Asisten              : Mbok… jangan korupsi kenapa sih, bayaranku hanya rp 100.000,- bilang rp 1.500.000,-biar dikira kuaya gitu ta.masalah informasi lamaran …sampai hari ini, sudah ada 999 peserta juragan.

A.Lumut           : Wuah…cukup buanyak juga ya….bagaimana dengan hari ini.

Asisten              : Sampai detik ini , kita masih menunggu.

M. Rondo          : Kowe iki wis kebelet tenan ta, sabar sedikit kenapa sih, kita tunggu sampai banyak gadis-gadis yang melamar.

Tiba-tiba para klenting datang

Koor                  : Kulonuwun… spada…

M. Rondo        :  Sana, ten. Coba dilihat,mungkin…itu yang mau melamar.

Asisten              : ya mari-mari silakan masuk pasti nona-nona cantik ini mau melamar juragan ande-ande lumut.

K. Abang          : Benar sekali asisten, kami mau mendaftar.

Asisten              :Boleh…boleh…tapi ada beberapa persyaratan , syaratnya apa mbok?

M. Rondo          : Kamu ini gimana sih,ten. Wong catatan sudah lengkap difoto copy dan diperkecil lagi, masa kamu lupa….waktu uas kemaren kan kamu pakai untuk ngrepek.

Asisten              : Oh ya mbok saya ingat ada di saku baju,eh… ngomong-ngomong masalah ngrepek kelas sebelah iku lho mbok, pernah ketahuan dosen pak nur wachid,kan malu ya mbok ya…

M.Rondo           : Eh…iku rahasia,sudah baca saja persyaratannya.

K.Ungu             : Lho kok pakai persyaratan segala kayak ngelamar pekerjaan saja.

K.Abang           : Tuan asisten…anda jangan meragukan kami dong….apa kami kurang cantik?

Asisten              : Heh…! Jangan cerewet ya….! Kalau nggak mau pergi saja dari sini!

Koor                  :Eh iya…iya…! Kami berjanji akan mematuhi semua persyaratannya!

Semua klenting ribut




Asisten:  Eh … semuanya, dengarkan baik-baik ya..
Syarat 1
Harus cantik,dan lulus ppl i acc dari pak pri.
Syarat 2
Harus bersuara merdu alias bisa menyanyi dan nilai a
Syarat 3
Harus mengikuti test kesehatan, bisa lari 100 m tanpa bernapas dan nilai a dari pak mungit.
Syarat4
Bibir harus lengkap dan tidak sumbing,artikulasi harus jelas. Biar kalau diapa-apain bisa enak.
Gimana sudah jalas persyaratannya. Saya panggil peserta 1 klenting abang….

Semua klenting maju satu per satu di tes oleh mbok rondo dadapan.

Asisten              : Saatnya pengumuman!

 Semua klenting – klenting ribut , merasa dirinya yang terpilih kemudian datang klenting kuning dengan bersahaja.

K.kuning           : Kulonuwun…spada…permisi…saya…mau mendaftarkan diri.

Asisten              :Silakan…silakan…,tapi seperti peserta lain, nona harus memenuhi beberapa persyratan seperti peserta lain, persyaratannya sbb
Syarat 1
Harus cantik,dan lulus ppl i acc dari pak pri.
Syarat 2
Harus bersuara merdu alias bisa menyanyi dan nilai a
Syarat 3
Harus mengikuti test kesehatan, bisa lari 100 m tanpa bernapas dan nilai a dari pak mungit.
Syarat4
Bibir harus lengkap dan tidak sumbing,artikulasi harus jelas. Biar kalau diapa-apain bisa enak.
Mbok ini ada gadis yang mau melamar lagi, tapi ini lain mbok bau nya mak nyoss…apa kamu siap.

Kemudian mbok rondo melakukan tes terhadap klenting kuning.

M.Rondo           : Aduh bau apa ini, nduk lihat kakimu, mungkin kamu nginjak tahi kucing, eh ternyata baumu yang nggak enak.

Kemudian mbok rondo , asisten dan ande-ande lumut rapat, gadis mana yang akan dipilih ande-ande lumut.

Asisten              : Saatnya pengumuman,berdasarkan hasil rapat segitiga antara saya,mbok rondo dan juragan ande-ande lumut, maka hasil keputusannya adalah…….

Klenting abang 
Dari hasil pengetesan, kamu terkena virus hiv.

Klenting biru 
Dari hasil pengetesan kamu sering merokok dan minum-miniman keras, akibat salh pergaulan.

Klenting ijo 
Dari hasil pengetesan , dan…sudah terlihat dari fisik kamu yang kurus dan paerutmu besar,kamu terkena penyakit cacingan.

Klenting ungu 
Dari hasil pengetesan, kamu terkena anemia…. Dan terlihat dari wajahmu yang pucat.
Jadi kesimpulannya, semua tidak bisa menjaga kesehatan,jadi semuanya tidak bisa diterima dan pipinya terlihat bekas sun yuyu kangkang.
Klenting kuning… dari hasil pengetesan kamu bebas penyakit, jadi kamulah yang terpilih.

Klenting kuning langsung berdiri disambut oleh ande-ande lumut.
A. Lumut          : Diajeng…akhirnya kau kutemukan

PERENCANAAN BAHASA


         Dinegara-negara yang multilingual, multirasial, dan multikultural, untuk menjamin kelangsungan komunikasi kebangsaan perlu di lakukan suatu perencanaan bahasa (language planning) yang terlebih dahulu harus dimulai dengan kebijaksanaab bahasa(language policy). Multilingual disini adalah adanya dan digunakannya banyak bahasa dengan berbagai ragamnya di dalam wilayah negara it, secara berdampingan, entah digunakan secara terpisah oleh masing-masing ras maupun digunakan secara bergantian. Yang dimaksud multirasial adalah terdapatnya etnis yang berbeda, yang biasanya dapat dikenali dari ciri-ciri fisik tertentu atau dari bahasa dan budaya yang melekat pada etnis tersebut. Sedangkan yang dimaksud dengan multikultural adalah terdapatnya berbagai budaya, adat istiadat, dan kebiasaan yang berbeda dari penduduk yang mendiami negara tersebut. Negara-negara Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan India merupakan contoh negara yang multilingual, multirasial, dan multikultural, yang memerukan adanyaa kebijaksanaan bahasa, agar pemilihan atau penentuan bahasa tertentu sebagai alat komunikasi di dalam negara itu tidak meninimbulkan gejolak politik yang pada gilirannya akan dapat menggoyahkan kehidupan bangsa di negara tersebut.
1. Kebijaksanaan Bahasa
Menurut rumusan yang disepakati dalam seminar Politik Bahasa Nasionalyang diasakan di Jakarta tahun 1975 maka kebijaksanaan itu dapat diartikan sebagai suatu pertimbangan konseptual dan pilitis yang dimaksudkan untuk dapat memberikan perencanaan, pngarahan, dan ketentuan-ketentuan yang dapat di pakai sebagi dasar dari pengolahan keseluruhan masalah kebahasaan yang dihadapi oleh suatu bangsa secara nasional. Jadi, kebijaksanaan bahasa itu merupakansatu pegangan yang bersifat nasional, untuk kemudian membuat perencanaan bagaimana cara membina dan mengembangkan satu bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang dapat digunakan secara tepat diseluruh negara, dan dapat diterima oleh segenap warga yang secara lingual, etnis, dan kultur berbeda.
Negara-negara yang sudah memiliki sejarah kebahasaan yang cukupdan di dalam nagara itu hanya ada satu bahasa saja (meskipun dengan sekian dialek dan ragamnya )cenderung tidak mempunyai masalah kebahasaan yang serius, misalnya, Saudi Arabia, Jepang, Belanda, dan Inggris Tetapi di negara-negara yang terbentuk, dan memiliki sekian banyak bahasa daerah akan memiliki persoalan kebahasaan yang cukup serius, dan mempunyai kemungkinan untuk timbulnya gejolak sosial dan politik akibat persoalan bahasa itu, contohnya: indonesia, Singapura, Filipina, dan India.\keperluan suatu bangsa atau negara untuk memiliki sebuah bahasa yang menjadi indentitas nasionalnya dan satu bahasa, atau lebih yang menjadi bahasa resmi kenegaraan tidak selau bisa dipenuhi oleh bahasa atau bahasa-bahasa asli pribumi yang dimiki. Indonesia dapat memenuhi kebutuhan itu dari bahasa asli pribumi; Filipina dapat memenuhi sebagian; sedangkan Somalia tidak dapat sama sekali.berkenaan dengan itu dalam perencanaan bahasa dikenal adanya negara tipe endoglosik, seperti Indonesia; tipe eksoglosik-endoglosik, seperti Filipina; dan tipe eksoglosik, seperti somalia.
Pengambilan keputusan dalam kebijaksanaan bahasa oleh pemimpin negara untuk menetapkan suatu bahasa yang akan digunakan sebagai bahasa resmi kenegaraan biasanya juga berkaitan dengan keinginan untuk memajukan suatu bangsa.
Tujuan kebijaksanaan bahasa adalah dapat berlangsungnya komunikasi kenegaraan dan komunikasi intra bangsa dengan baik, tanpa menimbulkan gejolak sosial dan emosional yang dapat mengganggu stabilitas bangsa. Kebijaksanaan untuk mengangkat suatu bahsa tertentu sebagai bahasa nasional sekaligus bahasa negara; atau mengangkat satu bahasa nasional dan mengangkat satu bahasa lain bahasa negara boleh saja dilakukan asal saja tidak membuat bahasa-bahasa lain yang ada di dalam negeri itu menjadi tersisih, atau membuat para penuturnya menjadi resah, yang pada gilirannya dapat menimbulkan gejolak politik dan gejolak sosial.
Dari pembicaraan dia atas  bisa dilihat bahwa kebijaksanaan bahasa merupakan usaha kenegaraan suatu bangsa untuk menentukan dan menetapkan dengan tepat fungsi dan status bahasa atau bahasa-bahasa yang ada di negara tersebut, agar komunikasi kenegaraan dan kebangsaan dapat berlangsung dengan baik.selain memberi keputusan mengenai status, kedudukan, dan fungsi suatu bahasa, kebijaksanaan bahasa harus pula memberi pengerahan terhadap pengolahan materi bahasa itu yang biasa di sebut korpus bahasa. Korpus bahasa ini menyangkut semua komponen bahasa, yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, kosakata, serta sistem semantik. Komoponen ini juga harus diperhatikan agar kebijaksanaan kebahasaan itu bersifat menyeluruh dan tuntas. Selanjutnya segala masalah kebahasaan yang detemukan dalam menetapkan kebijaksanaan harus segera di rumuskan dalam bentuk perencanaan bahasa.
2. Perencanaan Bahasa
Melihat urutan penanganan dan pengolahan masalah-masalah kebahasaan dalam negara yang multi lingual, multirasial, dan multikultural, maka perencanaan bahasa merupakan keggiatan yang harus dilakukan sesudah melakukan kebijaksanaan bahasa. Atau dengan kata lain, perencanaan bahasa itu disusun berdasarkan ketentuan-ketentuan yang telah digariskan dalam kebijaksanaan bahasa.
Istilah perencanaan bahasa(language planning) mula-mula digunakan oleh Haugen (1959) pengertian usaha untuk membimbing perkembangan bahasa ke arah yang diinginkan oleh para perencana. Menurut Haugen, perencanaan itu tidak semata-mata meramalkan masa depan berdasarkan dari yang diketahui pada masa lampau, tetapi perencanaan itu merupakan usaha terarah untuk mempengaruhi masa depan.
Di Indonesia kegiatan serupa dengan lenguage planning ini sebenarnya sudah belangsung sebelum nama itu diperkenalkan oleh Haugen (Moeliono 1983), yakni sejak zaman pendudukan jepang ketika ada Komisi Bahasa Indonesia sampai ketika Alisyahbana menerbitkan majalah Pembinaan Bahasa Indonesia tahun 1948. Istilah yang digunakan Alisjahbana adalah language engineering, yang dianggapnya lebih tepat dari pada istilah language panning yang terlalu sempit maksudnya. Cita-cita Alisjahbana dalam language engineering ini adalah pengenbangan behasa yang teratur di dalam konteks perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang lebih lias berdasarkan perencanaan yang cermat. Menurut Alisjahbana masalah language engineering  yang penting adalah (1)pembakuan bahasa, (2)pemoderan bahasa, dan (3) penyediaan alat perlengkapan seperti buku pelajaran dan buku bacaan.
Istilah lain dalam perencanaan bahasa ini ada juga digunakan glottopolitics dan language reform. Istilsh glottopoliticsdigunakan oleh Hall (1951) dalam tulisannya mengenai keadaan bahasa di Haiti. Istilsh tersebut digunakan untuk mengacu pada penerapan linguistik pada kbijaksanaan pemerintah dalam menentukan sarana komunikasi yang paling cocok. Sedangkan istilah language reform digunakan untuk menguraikan reformasi bahasa di Turki.
Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa berbagai istilah dan berbagai variasi pengertian tentang perencanaan bahasa; namun, ada satu kesamaan, yaitu usaha membuat penggunaan bahasa atau bahasa-bahasa dalam satu negara di masa depan dengan baik dan lebih terarah.
Sesudah memajami apa yang dimaksud dengan perencanaan bahasa itu, maka masalah yang timbul adalah siapa yang harus melakukan perencanaan bahasa itu. Siapa pun sebenarnya dapat menjadi pelaku perencanaan itu dalam arti perseorangan maupun lembaga pemerintahan atau lembaga swasta. Dalam sejarahnya, tampaknya, yang banyak menjadi pelaku perencanaan ini adalah lembaga kebahasaan, baik yang merupakan instansi pemerintahan maupun bukan.
Masalah berikutnya dalam perencanaan bahasa ini adalah apakah sasaran perencanaan bahasa itu, dari bebagai kajian dapat kita lihat sasaran perencanaan bahasa itu (yang dilakukan setelah menetapkan kestatusan bahasa nasional dan bahasa resmi kenegaraan), yaitu (1) pembinaan dan pengembangan bahasa yang direncanakan; dan (2) khalayak di dalam masyarakat yang diharapkan akan menerima dan menggunakan saran yang diusulkan dan ditetapkan.
Suatu perencanaan bahasa tentunya harus diikuti dengan langkah-langkah pelaaksanaan apa yang direncanakan. Pelaksanaan yang berkenaan dengan korpus bahasa adalah penyusunan sistem ejaan yang ideal(baku), yang dapat digunakan oleh penutur dengan benar, sebab adanya sistem ajaan yang disepakati akan memudahkan dan melancarkan jalannya komunikasi. Kemudian diikuti dengan penyusunan atau pengkodifikasian sistem tata bahasa yang dibakukan serta penyusunan kamus yang lengkap.
Pelaksanaan perencanaan bahasa ini kemungkinan besar akan mengalami hambatan yang mungkin akibat dari perencanaan yang kurang tepat; bisa juga dari para pemegang tambuk kebujaksanaan, sari kelompok sosial tertentu, dari sikap bahasa penutur, maupun dari dari tenaga ketenagaan.
Berhasil atau tidaknya perencanaan bahasa ini adalah masalah evaluasi. Dalam hal ini memang dapat dikatakan evaluasi keberhasilan perencanaan bahasa itu memeng sukar dilaksanakan. Umpamanya, bagaimana mengevaluasi keberhasilan dalam bidang pembakuan bahasa, sebab pembakuan bahasa itu biasanya tidak disertai dengan pemeriaan terperinci mengenai sasarannya, dantidak pula diberi kerangka acuan waktu bilamana hasilnya kira-kira akan tercapai.